Bagaimana agar Anak Tidak Rewel Waktu Masuk Sekolah?

22 July 2016


Senang sekali, DM School dapat berbagi kepada pendengar 92, 9 B FM pada 15 Juli 2016 lalu mengenai topik ”Bagaimana agar Anak Tidak Rewel Waktu Masuk Sekolah?” Perbicangan parenting bersama Direktur Pendidikan DM School Etty Yuliani, SE., MM dan Kepala TK Kristen DM School Lana Hindriani, S.S. yang membagikan pengalaman mereka sebagai orang tua dan praktisi pendidikan.

Kita sebagai orang tua tentu sering mengalami anak-anak kita seusia TK atau SD rewel saat pertama kali akan masuk sekolah. Perubahan yang terjadi saat pertama masuk sekolah ternyata cukup besar bagi anak. Ini karena anak yang biasanya berada di rumah hampir sepanjang hari bersama orang tua, kali ini harus berada di tempat baru bersama orang-orang yang baru dikenalnya selama beberapa jam.

Tentu pengalaman baru ini membuat anak tegang dan merasa tidak nyaman. Ini yang menyebabkan anak-anak kita suka menangis karena merasa tidak betah dengan lingkungan baru. Oleh karenanya, sebagai orang tua sangat penting untuk mendukung anak melewati masa transisi ini. Mari perkenalkan terlebih dahulu hal-hal yang berhubungan dengan sekolah jauh-jauh hari sebelum anak masuk sekolah untuk pertama kalinya.

Penting sebagai orangtua untuk menempatkan diri sebagai anak sehingga tidak terkesan terlalu memaksa anak. Sebaliknya anak perlu dimotivasi. Sebagai orang tua mari memahami kebutuhan anak, bahwa anak tentu wajar mempunyai rasa takut, rasa tidak nyaman dan lain sebagainya. Kita sebagai orangtua tidak boleh mengecilkan perasaan tersebut dengan mengungkapkan, “Masak tidak berani, sih? Gitu aja, kok.” Mari kita ganti kalimatnya dengan, “Anak Mama/Papa Sayang, takut, ya? Tidak apa-apa, kok kalau kamu merasa takut. Mama/Papa mengerti.” Berikan pelukan pula agar anak semakin merasa dimengerti.

Menyiapkan kebutuhan materi sekolah anak memang sangat penting, namun mari tidak pula melupakan bahwa mempersiapkan mental anak, juga terlebih penting lagi. Anak kita sangat membutuhkan pengertian dari kita, sebagai orang tuanya.

Kolaborasi orang tua dengan sekolah (guru kelas) selanjutnya menjadi hal yang perlu diperhatikan juga. Sebagai orang tua mari kita menyadari peran aktif kita untuk berkomunikasi dengan guru, menanyakan perkembangan anak, dan hal-hal lain yang dapat mendukung pertumbuhan buah hati kita.  

Tak lupa pula memberikan apresisasi kepada anak-anak kita jika mereka telah melakukan kewajibannya. Saat mereka pulang sekolah dan tidak rewel kita dapat memberikan kalimat pujian, pelukan hangat dan bentuk apresiasi lain yang tidak selalu berbentuk materi. Mari sebagai orang tua, kita terus semangat mendampingi serta sabar memotivasi anak-anak kita.