Punya Teman-Teman Baru di Sekolah Baru, Menyenangkan atau Menjengkelkan?

22 July 2016


Tepat pada hari pertama masuk sekolah lalu (18/7), DM School berkesempatan untuk kembali berbagi kepada pendengar 92, 9 B FM pada perbicangan parenting spesial. Bersama DM School Director Stefy Christian Tjandradjaja, SE. ,MBI., MM dan Deputi Head of English Liza Stephanie, S.Pd. membahas tema “Punya Teman-Teman Baru di Sekolah Baru, Menyenangkan atau Menjengkelkan?”

 

Perbincangan spesial ini khusunya bagi orang tua yang mempunyai anak remaja. Bagi mereka, mempunyai teman-teman baru sebenarnya menyenangkan. Namun bisa jadi itu juga tidak mudah bagi anak-anak yang beranjak remaja maupun dewasa. Mungkin ada rasa khawatir, apakah dia dapat diterima di lingkungan baru atau tidak. Mungkin pula mereka tidak mempunyai rasa percaya diri yang cukup.

 

Kita sebagai orang tua sering pula khawatir, apakah anak-anak remaja kita dapat survive  bergaul dengan kawan-kawan dan lingkungan baru. Mari kita belajar menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak kita seusia remaja maupun yang sedang beranjak dewas khususnya saat mereka menghadapi lingkungan baru.

 

“Mari sebagai orang tua kita memahami dari sisi anak kita. Apa yang menjadi ketakutan, kekuatiran, ketidakpercayaan diri mereka dalam menghadapi situasi lingkungan yang baru.” ujar Liza Stephanie.

 

Penting sekali senantiasa dibangun komunikasi dua arah secara deep antara orang tua dengan anak. Komunikasi yang deep dalam hal ini mempersiapkan mental anak, mengarahkan mana yang baik dan yang buruk, memahami needs / problem dari sisi anak, demikian tambah Liza.

 

Mari sebagai orang tua, kita juga perlu meluangkan waktu bagi anak-anak remaja. Memulai pembicaraan setiap saat, sehingga kita juga dapat memahami apa yang menjadi kesulitan mereka, khususnya dalam pergaulan di lingkungan baru.

 

“Intensitas dan kualitas komunikasi antara orang tua terhadap sekolah bahkan gurunya juga harus ditingkatkan pula. Dalam artian sampai mencari tahu perkembangan anaknya dan lingkungan di sekeliling anaknya, termasuk pergaulannya.” Menurut Stefy Christian menjawab pertanyaan dari pendengar B FM mengenai problema pergaulan yang sering dihadapi anak remaja.

 

Salah satu cara yang membuat situasi baru yang dihadapi anak kita jadi lebih menyenangkan  dibutuhkan effort (upaya) dari anak tersebut. Mereka perlu terus mencoba membaur dengan lingkungan barunya, aktif di komunitas sekolahnya dan sebagainya. Kita sebagai orang tua remaja pun baiknya mendukung mereka untuk masuk beradaptasi di lingkungan baru. Dapat pula bagi keluarga yang baru pindah ke kota lain, orang tua juga dapat mencari sebuah komunitas baru yang membuat mereka juga beradaptasi. Dengan demikian anak remaja juga tidak merasa sendiri berjuang di lingkungan yang baru. Ketika mereka melihat kedua orang tua mereka turut ‘berjuang’ di komunitas atau lingkungan yang baru, mereka pun akan bersemangat pula dan merasa ada temannya. Demikian tambah Stefy Christian dalam perbincangan parenting di 92, 9 B FM, Senin (18/7) lalu.