Gula Alternatif dari Limbah Kulit Pisang Inovasi Terbaru Siswa SMP Dharma Mulya

06 November 2018


Kevin Pardomuan Lumban Raja dan Ferico Lorenzo, sisma SMP Dharma Mulya mendapatkan undangan penelitian dari CYS (Center of Youth Scientist) untuk diikutkan dalam ajang Internasional Expo-Sciences Asia (ESAsia) di Daejon, Korea. Penelitian Kevin dan Rico tentang pemanfaatan limbah kulit pisang kepok dan biji jagung sebagai gula alternatif ini menarik perhatian CYS untuk dipilih. Hal ini karena adanya konsep memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang berguna.

Penelitian yang dibimbing oleh Ms. Feni Maria (guru IPA SMP Kr. Dharma Mulya) ini melalui proses terlebih dahulu. Salah satunya adalah proses pembinaan untuk improvement dan kesahihan penelitian mereka oleh CYS bersama dengan 7 tim lainnya yang akan diberangkatkan di ajang Expo Science Asia 2018 Korea. Hasil proses ini, Kevin dan Rico mencoba mengembangkan kembali penelitian mereka, sesuai bimbingan dan saran dari tim CYS.

Kevin dan Rico melakukan penelitian ini di salah satu laboratorium milik satu kampus di Surabaya untuk proses pembuatan kristalisasi gula dari bahan limbah kulit pisang kepok. Setelah gula alternatif sudah terbentuk, kemudian mereka membuat komposisi yang berbeda antara kulit pisang kepok dan biji jagung untuk mencari formula yang paling tepat dan disukai oleh 60 responden dengan menggunakan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan adanya komposisi yang paling disukai oleh responden dengan mengacu pada rasa suka yang mendekati kesukaan pada gula yang sudah dikomersilkan di pasaran.

 

Ide Baru di Tengah Penelitian

Hal yang menarik di tengah penelitian ini adalah munculnya ide baru pengembangan dari penelitian keduanya. Produk limbah kulit pisang kepok ini dijadikan sebagai seduhan celup kulit pisang mirip teh celup. Ide kulit pisang celup ini akhirnya dijadikan sebagai souvenir saat pameran di Daejon, Korea.

Tentunya dampak dari proses penelitian Kevin dan Rico membuat keduanya semakin memiliki pengetahuan, dan lebih percaya diri. Ini merupakan sebuah perkembangan yang baik dari keduanya sejak dari awal penelitian berlangsung. Saat stand pameran dikunjungi oleh beberapa juri asing berbahasa Inggris, mereka dengan penuh percaya diri dan antusias memberikan penjelasan. Ditambah pula banyaknya saran dan masukan dari para juri serta saat mereka melihat sendiri pameran dari banyak tim dari negara-negara lain.