Hasil Penelitian Air Sungai yang Diterapkan di Sekolah

20 November 2018


Pembelajaran materi IPA dari para siswa, menghasilkan sebuah kepedulian akan lingkungan sekitar. Para siswa SMP ini beberapa waktu lalu pergi ke Ecoton: Ecological Observation and Wetlands Conservation di kawasan Gresik. Mereka belajar banyak mengenai air dan pengelolaannya.

 

 [Dapat membaca artikel dan menonton videonya di sini]

 

Dalam pembelajaran itu para siswa SMP ini melakukan penelitian mengenai tingkat pencemaran air sungai yang berada di   Karang Pilang dan Jagir, karena kedua sungai ini merupakan pecahan dari DAS Brantas (Daerah Aliran Sungai ).  Penelitian membutuhkan waktu 4 – 5 jam untuk sekali penelitian. Hasil dari penelitian sungai yang berada di Karang Pilang dan Jagir tercemar berat dengan indeks 1 (tercemar berat) dan indeks 1,25 (tercemar berat).

 

Melalui penelitian ini, timbul kesadaran mereka untuk menjaga kebersihan air sungai dan tidak mencemari dengan limbah plastik. Hal ini karena hasil penelitian mereka adalah pencemaran air sungai salah satunya karena sampah plastik. Penerapannya di sekolah adalah dengan menggalakkan kembali membawa botol minum yang dapat diisi ulang ke sekolah. Ini mengurangi sampah plastik dari air minum kemasan. Selain itu, para pengurus OSIS menyediakan air galon kejujuran yang dapat diisi ulang para siswa. Uniknya, setiap siswa yang ingin mengisi ulang air itu, dengan jujur memasukkan uang di kotak. Hasil uang itu dibelikan kembali air galon yang dapat dinikmati bersama.

 

Selain itu, para siswa juga rajin melakukan kampanye kepada seluruh warga sekolah untuk mengingatkan kembali pentyingnya tidak mencemari air sungai dengan membuang sampah sembarangan. Wah, pembelajaran langsung ini sangat berdampak langsung dalam kehidupan para siswa. Mari menjaga lingkungan kita khususnya air sungai agar tidak tercemar!