Berdoa itu Gaya Hidup

27 November 2018


Berdoa adalah sebuah gaya hidup, bukan hanya ketika kita butuh baru kita berdoa. Ini artinya, setiap saat, setiap waktu kita dapat datang kepada Tuhan untuk memuji nama-Nya, mendengarkan kehendak-Nya, dan mendoakan sesama kita.  Hal inilah yang ingin ditanamkan kepada para siswa SMP Dharma Mulya. Sejak tahun 2016, SMP Dharma Mulya mulai membuka kubu doa yang diawali dengan memilih 35 murid sebagai pemimpin kubu doa dari setiap jenjang kelas 7, 8 dan 9.

 

[Dapat membaca artikelnya di sini]

 

Mereka dilatih selama 3 bulan sebelum melayani teman-teman di kelas mereka. Tahun 2017 lalu, kegiatan kubu doa ini menjadi bagian dari intrakurikuler sehingga setiap semua murid mengikuti Kubu doa setiap minggu termasuk berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia. Para siswa diajak mengalami Tuhan melalui perjumpaan pribadi masing-masing kepada-Nya. Setelah berdoa pun, mereka sama-sama melakukan refleksi diri dan benar-benar merasakan kuasa doa. Kegiatan kubu doa ini membentuk generasi penerus bangsa yang selalu punya hati yang peduli kepada bangsa, dan tetap hidup kudus di dalam jalan Tuhan.

 

 

 

Kebiasaan berdoa ini terus ditumbuhkembangkan agar para siswa benar-benar memiliki hati yang mau dibentuk oleh Tuhan dan terbiasa mendoakan orang lain. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja namun mereka berusaha mengajak teman-teman dari SMP lain juga untuk bersama-sama berdoa bagi bangsa ini. Pada kegiatan pertama, diadakan Konser Doa pada 9 November 2018 lalu dan berkelanjutan pada kegiatan rutin berikutnya. Acara ini sebagai pengingat akan besar kuasa doa kepada Tuhan, dan bersama-sama berdoa bagi bangsa ini.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat semakin bertumbuh imannya di dalam Tuhan dengan tekun berdoa. Doa akan membawa dampak luar biasa. Apalagi kita sebagai anak-anak terang seperti yang tertulis dalam Yesaya 60:1 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”