Sejarah Dharma Mulya

18 November 2019


Sekolah Kristen Dharma Mulya yang mempunyai visi menjadi sekolah yang menyiapkan generasi muda,

yang takut akan Tuhan dalam bersikap (karakter), berpikir (pengetahuan), dan bekerja (kecakapan) ini

sudah berdiri 35 tahun. Semua karena anugerah Tuhan dan penyertaan-Nya yang luar biasa selama ini.

Mari simak sejarah pendirian sekolah ini.

 

 

Pada tahun 1982, Bapak Ferry Tjandradjaja yang saat itu bekerja sebagai kontraktor didatangi oleh seorang kawan. Kawan tersebut mengusulkan untuk mendirikan sebuah sekolah. Bapak Ferry Tjandradjaja, tertarik karena melihatnya sebagai sebuah rencana yang baik khususnya sebuah visi pelayanan di bidang pendidikan Kristiani. 

 

 

Mereka dibantu oleh banyak pihak dalam pendirian sekolah termasuk (alm) Bapak Nus Marlessy, seorang tokoh pendidikan senior. Beliau sangat berpengalaman di bidang pendidikan dan mempunyai visi yang baik dalam pelayanan pendidikan Kristiani. Bapak Nus Marlessy yang banyak berperan dalam bidang akademis pada awal pendirian. Bersama Bapak Ferry dan istri terkasih: Ibu Stella, bekerja sama untuk mewujudkan visi ini.

Hingga akhirnya Sekolah Kristen Dharma Mulya resmi dibuka dan menerima siswa baru pada tahun 1984. 

 

Peran Bapak Nus Marlessy

Bapak Nus Marlessy telah mengabdi 26 tahun lebih di Yayasan Pendidikan Kristen Dharma Mulya Surabaya. Sebagian besar masa hidup beliau didedikasikan di bidang pendidikan. Mulai mengembangkan Sekolah Kristen Dharma Mulya menjadi sekolah yang cukup diperhitungkan khususnya di Surabaya sejak tahun 1987 (mulai unit Kelompok Bermain, TK, SD, SMP hingga SMA).

 

 

Bapak Nus Marlessy menjadi Kepala Persekolahan YPK Dharma Mulya mulai tahun 1987 sampai tahun 2005. Pada unit SMA beliau menjabat Kepala Sekolah sampai dengan tahun 2010, dan setelahnya beliau dengan tidak kenal lelah terus menjadi pembina, pembimbing dan penasihat sampai dengan Tuhan memanggil kembali ke surga pada 28 Agustus 2013. Kemajuan dan berkembangnya Sekolah Kristen Dharma Mulya tidak lepas dari dedikasi, konsistensi dan visi tajam beliau di dunia pendidikan.

 

 

Mari simak cerita Ibu Megawati Mulyono salah satu guru yang telah bekerja di Dharma Mulya sejak tahun 1987 hingga kini beliau menjadi kepala SMA Kristen Dharma Mulya:

 

 

Sekolah Kristen Dharma Mulya Surabaya hingga kini tetap eksis dan memberikan kontribusi di bidang pendidikan, mulai jenjang Kelompok Bermain, TK, SD, hingga SMA. Nilai-nilai yang diajarkan yaitu: Servant-Empowered Leadership, bukan hanya kepada siswa tetapi guru dan seluruh warga sekolah. 

 



#TransformingGenerations 

#DharmaMulya

 

 

 

Baca Juga:

Nilai-Nilai ini Diterapkan di Sekolah Kristen Dharma Mulya

Lokasi dan Nomor Sekolah Kristen Dharma Mulya

Visi dan Misi Sekolah Kristen Dharma Mulya

Menonton Video Para Siswa Dharma Mulya