Tidak Bisa Dance Sama Sekali, Mikjo Terus Berlatih Hingga Berprestasi

27 January 2020


Gaya tarian di masa kini semakin beragam dan berkembang. Menjadi seorang penari atau dancer hebat menjadi cita-cita Mikhael Jonathan atau yang akrab disapa Mikjo ini. Tahun 2015 adalah awal ketertarikannya belajar meski dengan susah payah. Siswa SMA Dharma Mulya ini mengaku tidak bisa sama sekali bahkan ketika belajar menjadi seorang penari dengan kemampuan paling rendah. Ini karena dia tidak dapat menghitung tempo dengan benar sehingga ketika harus menghafal gerakan 2 menit, butuh waktu satu bulan lebih.

 

Mikjo tidak patah semangat dan minder karena sudah jatuh cinta dengan dunia ini, dia belajar lebih keras lagi. Buatnya, dance membawa banyak manfaat, “Dari dance kita bisa melatih fokus, karena kita dituntut untuk menangkap atau mempelajari setiap gerakan dengan detail. Kita juga menjadi lebih kreatif karena dalam dance, pasti harus membuat sebuah koreografi yang keren atau freestyle yg on beat. Selain itu dalam dance, memberikan sebuah pesan kepada para penonton yg melihat tarian kita.”

 

 

Latihan yang dilakukan Mikjo secara konsisten dengan terjun ke sebuah komunitas dance di Surabaya tahun 2016. Sejak itu, dia terus berlatih hingga meraih beberapa prestasi:

-Juara 1 Superlantas Got Talent (Jawa pos dan Superlantas Jawa Timur 2018) bersama DM DANCE (D’Mexc)

-Juara 2 lomba Dance tingkat Surabaya (2016).

-Juara 2 Intern Dance Competition (2016).

 

Selain beberapa prestasi lomba, Mikjo juga terlibat dalam ajang World of Dance divisi Indonesia (2019), dan banyak pekerjaan paruh waktu. Hingga saat ini dipercaya menjadi ‘head choreographer’, dipercaya menjadi pelatih pribadi mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang ingin belajar dance. Tidak lupa juga terlibat dalam pelayanan gereja di bidang creative ministry. Mikjo mengakui, “Karena aku gak ingin kalau talenta yang sudah Tuhan beri ini tidak kembali kepada-NYA untuk memuliakan nama-NYA. Aku tetap terus melayani dia di bidang dance.”

 

 

Nilai empowerment (pemberdayaan) yang merupakan salah satu nilai dalam Servant-Empowered Leadership yang diajarkan di Dharma Mulya bukan hanya kepada siswa tetapi guru dan seluruh warga sekolah. Nilai ini benar-benar memberikan ruang kepada setiap individu untuk berkembang dan berdampak bagi kemajuan bersama. Sekolah Kristen Dharma Mulya Surabaya berusaha memberikan ruang bagi setiap siswa untuk berpikir, bersikap dan bertindak dalam kemandirian termasuk prestasi yang dihasilkan oleh Mikhael Jonathan ini. 

 

 

Yuk, #BerubahMulaiSekarang dengan terus mengembangkan potensi diri kita.




#TransformingGenerations 

#DharmaMulya

 

 

 

Baca Juga:

Nilai-Nilai ini Diterapkan di Sekolah Kristen Dharma Mulya

Pandhe Ingin Sukses Menjadi Musisi dan Memuliakan Nama Tuhan

Yemima, Alumni SMA Dharma Mulya Meraih Impian Menjadi Beautypreneur

Adriel Suskes dalam Prestasi, Sukses dalam Pelayanan