Kenali Bullying

18 October 2019


(Artikel ditulis oleh: Ruselly Ilona, Siswi SMP Kristen Dharma Mulya Surabaya)

 

“Hidup adalah sebuah perjuangan, 

tapi tidak semua orang mampu untuk berjuang. 

Begitu juga pembulian akan berbahaya untuk semua orang.”

Andrew Vachss

 

Kita semua tentu akrab dengan istilah bullying ini. Dalam bahasa Indonesia disebut:penindasan, atau pengintimidasian. Ini bisa berupa ancaman, paksaan, kekerasan fisik termasuk perkataan.

 

Ini tentu sesuatu yang harus dihindari dalam pergaulan di sekolah. Mari kita kenali terlebih dahulu jenisnya.

 

Bullying dapat berupa verbal atau perkataan. Contohnya seperti mengejek teman dengan hanya melihat kekurangan atau fisiknya saja, namun tidak melihat sama sekali kemampuan atau sisi kebaikan hatinya. Ejekan yang menyakitkan seperti: gendut, pendek, jelek, dan banyak lagi lainnya, mulai sekarang harus dihentikan ya, teman.

 

Kalau bullying fisik itu contohnya: mengejek orang lain disertai dengan mendorong, mencubit, menampar, memukuli, serta apapun yang berkaitan dengan menyentuh fisik korban.

 

Pelajaran karakter atau CCB (Christian Character Building) di SMP Dharma Mulya mengajarkan untuk tidak mem-bully dan mengejek teman, baik verbal ataupun fisik. Ini berdampak sangat tidak baik, bukan hanya bagi korban tetapi juga pelaku dan teman-teman di sekitar.

 

 

 

Mari menghargai teman-teman kita.

Saat kita menaruh penghargaan kepada orang lain,

sama seperti kita menghargai diri kita sendiri. 

 

Perilaku menghargai atau appreciative attitude ini merupakan salah satu nilai dalam Servant-Empowered Leadership yang diajarkan di Sekolah Dharma Mulya, bukan hanya kepada siswa tetapi juga guru dan seluruh warga sekolah. 

 

Yuk, #BerubahMulaiSekarang dengan appreciative attitude atau sikap menghargai teman kita dengan tidak mem-bully.




#TransformingGenerations 

#DharmaMulya

 

 

Baca Juga:

Lawan Bullying

Menyuarakan Kesatuan melalui Lagu

Berdoa itu Gaya Hidup

Halo Teman-Teman Baru